Kamis, 14 Oktober 2010
MODIFIKASI BERTEMA “HELL A FLUSH”
Pada prinsipnya hell a flush atau HF adalah gaya modifikasi yang mengutamakan keserasian pada sektor kaki kaki. {emilihan velg,ban dan pengaturan sistem sspensi yang menjadi kuncinya.
HF sebenarnya hampir menyerupai aliran vip tetapi lebih simple. Bedannya hf cukup konsentrasi pada pemasangan velg dan ban yang disetting merapat fender. Velg tidak terlalu lebar, selama posisi posisi ban masuk fender dan bisa jalan. Juga antara roda dan fender seminim mungkin jaraknya hingga tidak ada rongga yang tersisa. Bahkan roda bagian atas dapat tenggelam masuk fender. Detail lainnya mengtamakan kerapihan dan kebersihan serta pernik pernik yang tidak terlalu extrem.
Ada juga yang berpendapat untuk menekankan aspek offset velg sangat menentkan fitment mobil it sendiri.
Aplikasi velg dengan konstrksi kedalam sangat ideal,ditambah minimnya celah abtara roda dengan fender, setiap mobil memiliki offset yang berbeda beda begit juga velg. Basic modifikasi HF sama dengan VIP, hanya saja tanpa body kit. Ada juga ang meakini bahwa konsep HF juga terinspirasi dari modifikasi mobil Drift.
Agar lebih paham mari kita lihat cara cara dalam memodifikasi aliran HF tersebut :
1. Velg
Diameternya tidak wajib besar, yang terpenting adalahtelapaknya cukup lebar serta offset harus keluar. Besaran offset tergantng juga mobil dan spek velg berdasarkan pengukuran saat pemasangan. Contohnya adalah, honda Jazz dengan offset standard +40, maka dalam mencari velg dengan offset di kisaran -20. Offset dengan anka semakin besar, maka wajah velg akan semakin masuk kedalam. Begit juga sebaliknya, semakin kecil angkanya, wajah velg akan semakin menjorok kelar. Tapi ingat, ini hanya berlaku untk honda Jazz. Bisa jadi berbeda untuk di mobil yang lain.
2. Ban
Ukuran ban haruslah masuk kedalam (stretched tire) yang berarti lebar telapak ban haruslah lebih kecil dengan lebar velg. Tjuannya, ketika ban dipasangkan pada velg dapat masuk pada ruang vender. Contohnya adalah velg ring 18 inch dengan lebar 9,5 inch dipasangkan dengan ban 25/35-R8. Ata velg 17 inc lebar 8,5 inch di pasangkan pada ban ukuran 205/40-R17. Contoh kedua diatas merpakan paduan ban dan velg yang masih dalam batas yang aman. Yang perlu diperhatikan adalah pada ban yang “narik” adalah tekanan angin yang hars tetap di jaga pada kisaran 35-40. Dan ban haruslah dalam kondisi baru agar dinding samping ban masih kuat menopang saat di tarik.
3. Suspensi
Jelaslah aliran HF mewajibkan untuk merendahkan body mobil dan bisa menggunakan cara yang selama ini dapat diterapkan. Bisa melalui pemakaian lowering kit aftermarket, pemasangan coil over sampai pada opsi pemotongan per. Akan tetapi pemotrongan per sebaiknya dihindari, terlalu menggampangkan walau ini tetap sah ntuk dijalani
4. Fender
Fender bisa saja untuk di modifikasi sesuai kebutuhan ruang roda akibat velg dan ban yang mepet ataupun membesar. “lebih baik digembungkan agar natural dan serasi” atau bisa juga melakukan teknik roll (melipat bibir fender) agar meminimalisasikan terjadinya gesekan
5. Arm
Kompenen ini bermanfaat untuk membant roda menghasilkan chamber (kemiringan) roda agar serapat mungkin dengan fender hingga masuk ruang roda. Cara memodifikasinya bisa dengan menggunakan chamber kit atau adjustable. Untk mobil mobil tertentu tersedia pula komponen aftermarket-nya walaupun masih import. Atau bisa pla mengakalinya dengan mebuat custom arm jika tidak tersedia ‘komponen jadi’ untuk mobil yang ingin dimodifikasi.
6. Spacer
Lempengan besi ini dipakai pada teromol roda sebagai pelengkap untuk membantu roda menentukan offset yang pas. Disesuaikan dengan kebuthan, jika offset dirasa sudah tepat maka spacer tidak dibutuhkan lagi.
Selamat mencoba !
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar