Kamis, 14 Oktober 2010

Fenomena Drifting liar di Jakarta


Will drift for tire,.....Bagi sebagian kaum urban di jakarta, jumat malam kerap dijadikan malam keriaan melepas penat selama 5 hari beraktifitas. Termasuk komunitas pecinta drift jakarta yang melepas lelah dengan”ngedrift” di jalan umum. Bahasa kerennya drift on the street (DOTS). Mereka menyuguhkan tontonan gratis drifting yang aksinya gak kalah keren dengan balap drifting beneran di kejuaraan japan drifting.
Sebut saja Mr x,seorang pelaku drifting yang menggunakan Nissan Skyline GTR tahun 2004 berwarna silver yang selalu beraktrasi di bundaran dekat pusat perbelanjaan Pondok Indah Mall, “saya selalu ngedrift disini setiap pulang kantor jika lembur karena kantor saya dekat dari sini,sayang nya mobil saya selalu overheat dan tidak bisa memaksa mesin terlalu keras, ntuk beberapa putaran saya masih bisa memimpin tapi putaran selanjtnya saya tidak ma memaksa mesin takut ke dua turbo saya jebol,tapi saya suka malam ini bisa mengasapi tuh mobil” kata pria berkacamata itu dengan logat jawanya yang kental sembari menunjuk mazda RX 8, yang berhenti tepat di belakangnya.
Sebelum beraksi pun driter jalanan tidak langsung beraktraksi di lokasi. Mereka biasanya janjian terlebih dahulu di suatu tempat yang dignakan sebagai tempat “line up”, baru menju ke “race area” itupun start di atas jam 01:00 WIB. Di saat itu suasana pun mulai ramai di padati berbagai mobil modifikasi yang rata rata beraliran racing di kedua sisi jalan (jln Sultan Iskandar Muda). Beberapa komunitas secara sepontan sudah mulai berdatangan. “info dari surveyor, PI sepi dari patroli polisi”, ujar pria bertubuh gempal dan berwajah oriental yang mengaku sebagai “mekanik tuning” dari Mr x yang mengendarai Nissan GTR tersebut.
Tanpa menunggu lama, mulalilah bermnculan aneka sedan sport jepang yang gayanya mirip tunggangan balap drift. Menariknya kali ini sang artis mlai berani unjuk gigi dengan mobil mobil bergenre sport,sebut saja nissan skyline GTR, mitsubishi evolution VIII, IX dan X. Kontras saat awal awal ‘drift liar’ dimlai di kawasan ini pada periode 2007 atau saat gelaran masih berlangsung di asia afrika yang masih didominasi sedan penumpang.
Namun sedan penumpang pun masih tampak, sebut saja BMW E36, toyota cressida, toyota corolla DX hingga szuki swift. Muncul pula dua orang pembalap drifter nasional yang ternyata berada di balik setir pada kumpulan mobil sport yang datang belakangan. Suasana tampak semakin akrab diantara mereka.
Atraksi pun dimulai, pembukaan nissan fairlady yang menyuguhkan tarian ala drifter profesional di tengah perempatan yang ckup luas tersebut. Disusul nissan skyline GTR di kloter berikutnya.
Cukup memanfaatkan lamp trafic light yang menyala hijau sebagai tanda start. Berbagai variasi teknik drift seperti donut, power slide sampai long slide drift menjadi tontonan gratis yang menarik.
Hingga pkul 03:00 WIB, situasi jalanan sudah relatif sepi, tapi masih ada beberapa mobil yang lalu lalang, yang cukup berhati hati melintas. “Gue masih penasaran sama si silver,selain mobilnya tenaganya gede,orangnya pendiem,dan selalu tidak mau diliput tentang performa dan modifikasi mobilnya oleh wartawan manapun dia cuma datang sama montirnya yang bertubuh gemuk,setting mesin pun selalu ada di pojok jalan seolah olah kagak mau mesinnya diliat orang,abis tuh tancap gas sambil melakukan gerakan donat ngalahin peserta lainnya terus ngilang ke arah sudirman”, ujar pemilik RX-8 sambil menunjuk nissan skyline GTR yang berhenti di seberang jalan.
Begitu pukul 03:42 WIB, tiba tiba datang pengendara motor kawasaki ninja 250 sembari berteriak “poollliiiisiiii,...!!”. Kontan selurh drifter dan penonton pun bubar lari ke mobil masing masing dan menyelamatkan diri. Berakhir sudah hiburan gratis pelepas penat malam itu.
Terlepas dari sisi ilegalnya ajang ini kerap manfaatnya untk belajar atau latihan. Selain itu menurut odang dari komunitas i love drift, pada kegiatan inilah para drifter unjuk kebolehan teknik drifting. Bukan hanya gaya, tapi tak jarang drifter yang sudah menguasai berbagai teknik, trut berbagi ilmu dengan para pemula. Dipilih lokasi di perempatan Pondok Indah ada sebabnya. “lebih familiar dan mudah terjangkau”, ujar odang yang sesekali beraksi dengan mazda van trend. Ada beberapa kriteria untuk melakukan drift liar di malam hari, tikungan lebar dan besar, aspal mlus dan rata,dan kala bisa aman dari patroli polisi,” jelas Mr s, salah satu peserta drifting juga.
Selain podok indah, alternatif lainnya adalah area parkir timur senayan yang kerap dijadikan rujukan ke dua. Tapi kendala didalam senayan it minim penerangan jalan dan kompromi dengan petugas setempat.
Selain lokasi itu, di kawasan selatan jakarta, tepatnya di bintaro sektor 9 sempat diandalkan. Tapi karena lokasi yang kurang strategis dan penjagaan ketat dari keamanan pemukiman setempat, membvuat lokasi tersebut mulai ditinggalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar